Lomba Unik TP PKK Meriahkan HUT RI, Ada Fashion Show Barang Bekas hingga Lomba Menangis
- Senin, 31-08-2026
PADANG PANJANG, KOMINFO — Ada yang berbeda dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Padang Panjang. Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Padang Panjang menghadirkan sejumlah perlombaan unik dan kreatif yang diikuti anggota PKK dari seluruh kelurahan, Senin (31/8/2026).
Beragam perlombaan digelar, mulai dari lomba menangis, fashion show, seni peran hingga drama. Selain menghadirkan suasana semarak, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anggota PKK untuk mengekspresikan diri, mengasah kreativitas, membangun kekompakan, sekaligus mempererat silaturahmi.
Salah satu lomba yang mencuri perhatian adalah fashion show dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Peserta ditantang mengubah benda yang sudah tidak terpakai menjadi busana yang kreatif dan layak ditampilkan di atas panggung.
Tak hanya mengandalkan keunikan busana, peserta juga dituntut tampil percaya diri dan mampu menguasai panggung. Kreativitas dalam mengolah bahan bekas menjadi salah satu unsur yang diperhitungkan dalam penilaian.
Ketua TP-PKK Ny. Maria Feronika Hendri yang turut menjadi salah satu juri dalam perlombaan tersebut, mengapresiasi antusiasme kader PKK yang tampil penuh semangat dan berani mengeksplorasi kreativitas.
“Antusias ibu-ibu PKK luar biasa. Kita bisa melihat semangat dan kreativitas yang ditampilkan dalam setiap perlombaan. Kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan barang bekas dalam fashion show juga memberikan pesan bahwa sesuatu yang dianggap tidak bernilai masih dapat diolah menjadi karya yang menarik dan memiliki nilai kreativitas.
Selain fashion show, lomba menangis menjadi salah satu kegiatan yang cukup unik. Perlombaan ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga dirancang sebagai ruang bagi peserta untuk mengekspresikan emosi dan melepaskan beban yang selama ini mungkin dipendam.
Tangisan dalam lomba tersebut tidak dimaknai sebagai bentuk kelemahan. Sebaliknya, keberanian untuk mengekspresikan perasaan menjadi bagian dari upaya mengenali dan menerima emosi diri.
Setelah mengekspresikan emosinya, para peserta kembali menjalani berbagai peran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Pesan yang ingin dibangun, perempuan tetap dapat menjadi sosok kuat tanpa harus selalu menyembunyikan perasaannya.
Sementara itu, lomba seni peran dan drama turut menyemarakkan rangkaian kegiatan. Peserta dituntut mampu menghidupkan karakter, membangun cerita, serta menunjukkan kekompakan dengan anggota kelompok masing-masing.
Ny. Maria melalui kegiatan ini mendorong agar peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota PKK untuk berkreasi dan membangun kebersamaan.
Rangkaian perlombaan tersebut sekaligus mempererat hubungan antaranggota PKK dari seluruh kelurahan. Semangat kemerdekaan pun dihadirkan melalui kreativitas, kebersamaan, dan keberanian untuk tampil serta mengekspresikan diri. (mg/vira/melly)
